Kamis, 25 November 2010

Everyday is Rainy day

November akhir, slalu seperti ini. Tiap hari langit memuntahkan bebannya. Hujan. Dingin akan merasuki tiap sendi. Basah dimana-mana.
Kalo dalam novel milik Andrea Hirata, dia sangat mengagumi dan senang bila hujan tiba, namun aku sebaliknya. Bukan aku membenci hujan, tidak sama sekali. Aku selalu senang bila dapat menghirup aroma tanah yang basah terkena sapuan hujan. Namun ada satu hal yang membuatku kurang antusias pada hujan. Hujan slalu berlangsung lama. Dari pagi sampai petang. Ah.. andai hujan ini seperti hujan yang digambarkan Andrea Hirata di novel Padang Bulan, sungguh indahnya...
(wah aku ternyata kurang bersyukur,..;-))

Ruang tamu, 25 nov '10

tentang seseorang #1

Hujan turun tanpa henti. Sore ini ku duduk di ruang makan dan memandang ke luar. Melalui sebuah jendela, aku bisa melihat jalan depan serta rumah di seberang jalan. Aku teringat beberapa tahun lalu sering memandang rumah itu. Melihat aktivitas yg terjadi di rumah itu. Apalagi jika dia ada di sana. Aku senang berlama-lama di dekat jendela dan memandanginya dari kejauhan. Hanya memandanginya. Hanya memandanginya.

Kamis, 25 nov '10

Sabtu, 09 Oktober 2010

my lovely familly

seuntai kata terima kasih,...

ingin kuhaturkan,...

padamu ayah,...

padamu ibu,...

atas sgala cinta,.

atas curahan kasih,.


Jumat, 08 Oktober 2010

me and my life

kalo dikata hidupku ini datar-datar aja. g da yang spesial, g da masalah yang sulit, n smuanya biasa-biasa aja. aku cenderung slalu berada dalam zona nyaman. namun demikian aku slalu bersyukur karena aku dibesarkan dalam lingkungan yang sangat ramah serta bersahabat. tak tahu akan jadi apa diriku bila ada dalam lingkungan yang berbeda. mungkin sikap serta pemikiranku tak akan seperti sekarang ini. ang paling berpengaruh pada pembentukan pribadiku adalah orang tua dan teman. tanpa mereka aku bukan apa-apa.

Kamis, 18 Maret 2010

Kembalikan Bumiku

Kembalikan bumiku
yang hijau ditumbuhan pepohonan
yang sejuk tanpa polusi

Kembalikan bumiku
yang tentram nan damai
tanpa bencana, tanpa tangis nestapa

Kembalikan bumiku
yang menjaga tiap insan didalamnya
kembalikan padaku bumi elok nan permai itu.....



humz,17march10
after read 'bumi cinta'

Rabu, 20 Januari 2010

Kau pergi...

Saat semua pergi
Saat semua sirna
Tinggallah aku disini
Sendiri

Kau pergi meninggalkanku
Kau pergi menghilang dari hidupku
Hampa kini hatiku
Hancur semua anganku

Taukah kau
Kini aku rapuh tanpamu
Taukah kau
Hatiku terlika oleh cintamu

kaRna-Nya

Rasakanlah.....
Desiran angin
Hangatnya sinar mentari
Gemericik air
Rasakan dengan segenap hati
Apa yang kau rasa,
Kau lihat,
Dan kau dengar
Semua karna-Nya
Karna-Nya
Kita dipertemukan
Kita dipertautkan
Dalam tali persahabatan
Sahabat...
Apa yang terjadi
Saat ini dan nanti
Adalah kehendak-Nya
Senantiasalah bersyukur pada-Nya
Atas sgala karunia-Nya

Home, 24 March 2007

saLahKah??

Dalam hatiku
aku pernah berkata
ingin melepaskanmu
ingin meninggalkanmu
ingin melupakanmu

Berusaha membuang jauh
semua tentangmu
menepis indah wajahmu

Aku mencoba tegar
menghadapi semua persoalanku
menjalani hidup tanpamu
membuka lembar baru

Tapi aku malah terjerumus
dalam lembah kehancuran
mengapa aku tak seperti dulu?
kegembiraan, kebahagiaan
tak pernah aku rasakan

Apakah aku telah salah melangkah?
salahkah aku mengambil keputusan ini?
salahkah bila ku melupakanmu?

Home, September 2005

peNyesaLan

Hari ini sungguh terasa sangat cepat
Aku baru sadar
Kalau malam tlah berada disampingku
Mendekapku dengan kesunyiannya
Membawaku dalam sebuah penyesalan
Penyesalan yang tak padam
Tentang kesia-siaan waktu
Tentang angan yang tak mampu kutepis
Tentang kebodohan yang pernah kubuat
Kesunyian ini menghadirkan kerinduan
Kerinduan pada sahabat tersayang
Pada gelak tawanya
Pada senyum cerianya
Ah... malam
Cepatlah berlalu

Bedroom, September 2006

Q

Kenapa semua tak seperti dulu
Rasa bahagia tak ada lagi
Apa karna
aku memutuskan tuk melupakanmu
Apa karna
aku bersikeras menyudahi semua ini
Apakah mungkin
meninggalkanmu bukanlah jalan terbaik
Haruskah aku kembali pada diriku yang dulu
Menjadi seorang yang slalu menunggu

Mid sosiologi, 28 September 2005

kEseNdiRiankU

Dalam kesendirianku, aku merenung
meratapi perihnya hati ini
melihat masa-masa yang pernah kulalui
mengingat kembali arti kehadiran dirimu
membuka kembali lembar-lembar perih
Dalam kesendirianku, aku termenung
mencoba menggabungkan kembali masa laluku
mencoba memperbaiki waktu
dan ternyata tak mungkin kurubah
Karanganyar, Mei 2005