November akhir, slalu seperti ini. Tiap hari langit memuntahkan bebannya. Hujan. Dingin akan merasuki tiap sendi. Basah dimana-mana.
Kalo dalam novel milik Andrea Hirata, dia sangat mengagumi dan senang bila hujan tiba, namun aku sebaliknya. Bukan aku membenci hujan, tidak sama sekali. Aku selalu senang bila dapat menghirup aroma tanah yang basah terkena sapuan hujan. Namun ada satu hal yang membuatku kurang antusias pada hujan. Hujan slalu berlangsung lama. Dari pagi sampai petang. Ah.. andai hujan ini seperti hujan yang digambarkan Andrea Hirata di novel Padang Bulan, sungguh indahnya...
(wah aku ternyata kurang bersyukur,..;-))
Ruang tamu, 25 nov '10
Kamis, 25 November 2010
tentang seseorang #1
Hujan turun tanpa henti. Sore ini ku duduk di ruang makan dan memandang ke luar. Melalui sebuah jendela, aku bisa melihat jalan depan serta rumah di seberang jalan. Aku teringat beberapa tahun lalu sering memandang rumah itu. Melihat aktivitas yg terjadi di rumah itu. Apalagi jika dia ada di sana. Aku senang berlama-lama di dekat jendela dan memandanginya dari kejauhan. Hanya memandanginya. Hanya memandanginya.
Kamis, 25 nov '10
Kamis, 25 nov '10
Langganan:
Komentar (Atom)